Kembali

News

Bupati Fauzi Imbau Warga Tak Panik Hadapi Antrean Pertalite di Sumenep, Distribusi BBM Dipastikan Terus Dipantau

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo mengimbau warga Sumenep tidak panik menghadapi antrean Pertalite di sejumlah SPBU. Menurutnya, antrean dipicu keterlambatan distribusi BBM dan pemerintah terus memantau pasokan agar segera normal. Masyarakat diminta tidak membeli BBM secara berlebihan serta mengurangi perjalanan yang tidak mendesak hingga distribusi kembali lancar.

Admin Madura FM 29 Jun 2026 - 2 menit baca
Bupati Fauzi Imbau Warga Tak Panik Hadapi Antrean Pertalite di Sumenep, Distribusi BBM Dipastikan Terus Dipantau
Artikel pilihan redaksi On Air
News Madura FM 102.1

Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo mengimbau warga Sumenep tidak panik menghadapi antrean Pertalite di sejumlah SPBU. Menurutnya, antrean dipicu keterlambatan distribusi BBM dan pemerintah terus memantau pasokan agar segera normal. Masyarakat diminta tidak membeli BBM secara berlebihan serta mengurangi perjalanan yang tidak mendesak hingga distribusi kembali lancar.

MADURA FM – Pemerintah Kabupaten Sumenep mengimbau masyarakat tetap tenang menyikapi antrean panjang kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang terjadi dalam beberapa hari terakhir (27/6). Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo meminta warga tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan sambil menunggu distribusi kembali normal.

Menurut Fauzi, antrean yang terjadi diduga dipicu keterlambatan pasokan BBM ke beberapa SPBU, sehingga berdampak pada meningkatnya waktu tunggu masyarakat untuk memperoleh Pertalite.

“Misalnya hari ini ada antrean di beberapa pom bensin, berarti ada beberapa keterlambatan yang berkaitan dengan pengiriman bahan bakar,” ujarnya.

Ia menegaskan pemerintah daerah terus memantau perkembangan distribusi BBM dan berharap pasokan segera kembali lancar. Selama kondisi tersebut belum sepenuhnya pulih, masyarakat diimbau mengurangi perjalanan yang tidak bersifat mendesak agar konsumsi BBM tetap terkendali.

“Saya rasa kalau tidak penting, menurut saya masyarakat jangan keluar dulu,” katanya.

Fauzi menilai persoalan distribusi energi yang terjadi saat ini merupakan tantangan yang dihadapi banyak daerah. Karena itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi.

“Kita tahu bersama, hari ini situasi bukan hanya di Indonesia. Problem-problem hari ini, siapa pun pemimpinnya pasti mencari solusi agar tidak terjadi sesuatu yang belum pernah terjadi. Mari kita doakan bersama,” tuturnya.

Di sisi lain, antrean panjang di SPBU mulai dikeluhkan warga. Salah seorang warga Sumenep, Ali Wafi, mengaku harus menghabiskan waktu cukup lama hanya untuk mendapatkan BBM subsidi.

Menurutnya, kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, terutama pekerja yang setiap hari mengandalkan kendaraan bermotor sebagai sarana mencari nafkah.

“Antreannya sangat panjang. Kadang harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan Pertalite. Kondisi ini tentu menyulitkan masyarakat, terutama yang setiap hari menggunakan kendaraan untuk bekerja dan mencari nafkah,” ungkapnya.

Ali berharap pemerintah bersama instansi terkait segera mengambil langkah konkret untuk memperlancar distribusi BBM sehingga antrean di SPBU dapat segera terurai dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal.

Pemkab Sumenep optimistis kondisi tersebut hanya bersifat sementara. Pemerintah berharap distribusi BBM segera kembali stabil sehingga pasokan Pertalite di seluruh SPBU dapat terpenuhi secara merata dan kebutuhan masyarakat tidak lagi terganggu.