News
Pasien Serangan Jantung di Madura Kini Bisa Pasang Ring Jantung dengan BPJS di RSUD Smart Pamekasan
RSUD Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan kini menyediakan layanan Cath Lab yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga pasien serangan jantung darurat tertentu dapat menjalani pemasangan ring jantung tanpa harus dirujuk ke Surabaya. Layanan ini mencakup kasus STEMI dan NSTEMI dengan gangguan hemodinamik. Sejak dijamin BPJS pada Juni 2026, belasan pasien telah ditangani, mempercepat akses layanan jantung bagi masyarakat Madura.
RSUD Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan kini menyediakan layanan Cath Lab yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga pasien serangan jantung darurat tertentu dapat menjalani pemasangan ring jantung tanpa harus dirujuk ke Surabaya. Layanan ini mencakup kasus STEMI dan NSTEMI dengan gangguan hemodinamik. Sejak dijamin BPJS pada Juni 2026, belasan pasien telah ditangani, mempercepat akses layanan jantung bagi masyarakat Madura.
MADURA FM - Akses layanan penanganan penyakit jantung bagi masyarakat Madura kini semakin mudah. RSUD Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan resmi menghadirkan layanan Catheterization Laboratory (Cath Lab) yang telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga pasien serangan jantung tertentu dapat memperoleh tindakan medis tanpa harus dirujuk ke luar daerah.
Kehadiran layanan tersebut menjadi langkah penting dalam mempercepat penanganan kasus kegawatdaruratan jantung. Sebab, pasien yang sebelumnya harus menjalani rujukan ke Surabaya untuk tindakan pemasangan ring jantung, kini bisa mendapatkan layanan serupa di Pamekasan.
Dokter Spesialis Jantung RSUD Smart Pamekasan, dr. Vitriyaturrida, menjelaskan bahwa tidak seluruh tindakan Cath Lab dapat dijamin oleh BPJS Kesehatan. Menurutnya, jaminan pembiayaan saat ini difokuskan pada kasus serangan jantung yang masuk kategori darurat medis.
Ia menerangkan bahwa kasus yang dapat ditangani melalui skema BPJS meliputi pasien dengan ST-Elevation Myocardial Infarction (STEMI) atau serangan jantung akibat penyumbatan total pembuluh darah koroner. Selain itu, pasien Non-ST-Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI) juga dapat memperoleh layanan jika disertai gangguan hemodinamik yang membahayakan kondisi pasien.
“Kasus yang bisa dikaver BPJS adalah serangan jantung total atau STEMI, artinya sumbatannya seratus persen. Kalau NSTEMI sumbatannya masih parsial, kurang dari seratus persen, tapi dengan gangguan hemodinamik seperti tensi turun, nyeri dada hebat, atau gangguan irama. Jadi hanya dua kasus darurat itu yang bisa dikaver BPJS,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurut dr. Vitriyaturrida, keberadaan fasilitas Cath Lab di Madura membawa dampak besar terhadap kecepatan pelayanan pasien jantung. Pasalnya, dalam kasus serangan jantung, waktu penanganan menjadi faktor penting yang menentukan peluang keselamatan pasien.
Sebelum fasilitas tersebut tersedia, banyak pasien harus menempuh perjalanan ke rumah sakit rujukan di Surabaya untuk mendapatkan tindakan pemasangan ring jantung. Proses rujukan itu kerap memakan waktu yang berpotensi meningkatkan risiko komplikasi.
Ia mengungkapkan, sejak layanan Cath Lab mulai dijamin BPJS Kesehatan pada awal Juni 2026, belasan pasien telah mendapatkan tindakan medis di RSUD Smart Pamekasan.
“Alhamdulillah dengan terkavernya BPJS ini, ada pemerataan. Jadi semua orang bisa mendapatkan kesempatan terapi optimal pada pasien serangan jantung. Sejak awal bisa BPJS, sudah ada belasan pasien yang kami tangani,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD Smart Pamekasan, dr. Syaiful Hidayat, menegaskan bahwa pengembangan layanan kesehatan akan terus menjadi prioritas rumah sakit. Pihaknya berkomitmen menghadirkan layanan yang lebih lengkap agar masyarakat tidak perlu jauh-jauh mencari pengobatan ke luar Madura.
“Layanan rumah sakit harus ada progresnya, dan terpenting menyeluruh serta paripurna,” tegasnya.
Dengan beroperasinya layanan Cath Lab yang telah terintegrasi dengan BPJS Kesehatan, masyarakat Madura kini memiliki akses yang lebih cepat terhadap penanganan penyakit jantung darurat. Kehadiran fasilitas tersebut sekaligus menjadi upaya pemerataan layanan kesehatan spesialistik di wilayah Madura.