News
106 Dosen Uniba Madura Ikuti Pemetaan Kompetensi, BKD Jatim Tekankan Peran Dosen sebagai Role Model
Sebanyak 106 dosen Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura mengikuti Pemetaan Kompetensi dan Potensi Dosen selama tiga hari, 12–14 Agustus 2026. Kegiatan meliputi tes tulis, wawancara, dan diskusi kelompok. BKD Jatim menekankan dosen harus memiliki komunikasi dan kinerja baik, serta berperan sebagai pendidik, motivator, pengembang, dan role model bagi mahasiswa.
Sebanyak 106 dosen Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura mengikuti Pemetaan Kompetensi dan Potensi Dosen selama tiga hari, 12–14 Agustus 2026. Kegiatan meliputi tes tulis, wawancara, dan diskusi kelompok. BKD Jatim menekankan dosen harus memiliki komunikasi dan kinerja baik, serta berperan sebagai pendidik, motivator, pengembang, dan role model bagi mahasiswa.
MADURA FM - Sebanyak 106 dosen Universitas Bahaudin Mudhary (UNIBA) Madura mengikuti kegiatan Pemetaan Kompetensi dan Potensi Dosen yang resmi dibuka hari ini, Rabu (12/8/2026), pukul 08.00 WIB. Kegiatan tersebut berlangsung di Auditorium Jhagha Tembha UNIBA Madura dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Jumat (14/8/2026).
Pembukaan kegiatan dihadiri Rektor UNIBA Madura, Ketua I Yayasan, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Jawa Timur, serta Kepala UPT Pusat Penilaian Pegawai.
Pemetaan kompetensi ini diikuti seluruh dosen yang telah ditentukan dengan menggunakan platform STIGMA. Dalam pelaksanaannya, peserta akan menjalani sejumlah tahapan assessment yang meliputi tes tulis, wawancara, dan diskusi kelompok.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UNIBA Madura untuk mengetahui kompetensi sekaligus potensi yang dimiliki para dosen. Pemetaan diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kemampuan tenaga pendidik sehingga pengembangan sumber daya dosen dapat dilakukan secara lebih terarah.
Keberadaan dosen sendiri dinilai memiliki posisi penting dalam membentuk kualitas mahasiswa. Peran dosen tidak hanya sebatas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga dituntut mampu mengembangkan kemampuan mahasiswa, memberikan motivasi, serta menjadi teladan di lingkungan akademik.
Kepala BKD Provinsi Jawa Timur, Indah Wahyuni, S.H., M.Si., mengatakan seorang dosen harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, kinerja yang optimal, serta keteguhan dalam menjalankan tugasnya.
“Seorang dosen harus mempunyai komunikasi yang bagus, kinerjanya, dan tidak pantang mundur. Selain seorang pendidik, dosen juga merupakan pengembang, motivator dan role model bagi mahasiswa,” kata Indah Wahyuni.
Menurutnya, kualitas seorang dosen akan turut berpengaruh terhadap proses pembentukan mahasiswa. Karena itu, kompetensi yang dimiliki dosen perlu terus dikembangkan agar mampu menjawab kebutuhan pendidikan sekaligus memberikan dampak positif bagi perkembangan mahasiswa.
Melalui pemetaan yang berlangsung selama tiga hari ini, Uniba Madura berharap dapat memperoleh gambaran mengenai kompetensi dan potensi para dosen. Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi bagian dari langkah pengembangan kualitas tenaga pendidik di lingkungan kampus.