Kembali

News

Hari Kedua Pencarian KMP Putri Yasmin, Lima Orang Masih Hilang dan Satu Penumpang Meninggal

Hari kedua pencarian KMP Putri Yasmin di Selat Lombok masih menyisakan lima korban hilang dan satu korban meninggal dunia. Tim SAR gabungan memperluas pencarian melalui jalur laut dan udara dengan mengerahkan dua helikopter, KN SAR Arjuna, serta RIB 02 Mataram. Operasi akan dilanjutkan pada Jumat (14/8/2026).

Admin Madura FM 14 Aug 2026 - 3 menit baca
Hari Kedua Pencarian KMP Putri Yasmin, Lima Orang Masih Hilang dan Satu Penumpang Meninggal
Artikel pilihan redaksi On Air
News Madura FM 102.1

Hari kedua pencarian KMP Putri Yasmin di Selat Lombok masih menyisakan lima korban hilang dan satu korban meninggal dunia. Tim SAR gabungan memperluas pencarian melalui jalur laut dan udara dengan mengerahkan dua helikopter, KN SAR Arjuna, serta RIB 02 Mataram. Operasi akan dilanjutkan pada Jumat (14/8/2026).

MADURA FM - Operasi pencarian korban kebakaran KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok memasuki hari kedua pada Kamis (13/8/2026). Tim SAR Gabungan memperluas pencarian dengan mengerahkan armada udara dan laut untuk menyisir wilayah perairan yang menjadi lokasi kejadian.

Dalam perkembangan terbaru, satu orang dinyatakan meninggal dunia, sementara lima orang lainnya masih belum ditemukan. Pencarian terhadap korban yang masih hilang terus dilakukan hingga Kamis petang.

1. Pencarian Diperkuat dari Udara

Pada hari kedua operasi, Kantor SAR Mataram menggandeng SGi Air Bali dan Finns Search and Rescue untuk melakukan penyisiran melalui jalur udara.

Sebanyak dua unit helikopter digunakan untuk memperluas jangkauan pencarian. Helikopter pertama berangkat dari Bali pada pukul 12.59 WITA dan tiba di Pelabuhan Lembar sekitar pukul 13.33 WITA.

Tak berselang lama, helikopter tersebut kembali mengudara untuk melakukan penyisiran di sektor pencarian yang telah ditentukan. Setelah menyelesaikan misi, armada kembali mendarat di Pelabuhan Lembar pada pukul 14.27 WITA sebelum kemudian kembali menuju Bali.

Pencarian udara selanjutnya dilakukan menggunakan helikopter kedua yang tiba di Pelabuhan Lembar pukul 15.36 WITA. Armada itu kembali menjalankan penyisiran hingga mendarat pada pukul 16.30 WITA.

Personel Kantor SAR Mataram turut berada di dalam helikopter untuk memantau langsung sejumlah titik yang menjadi sasaran operasi.

2. Armada Laut Tetap Menyisir Selat Lombok

Selain pencarian melalui udara, operasi di permukaan laut juga terus dilakukan. Tim SAR Gabungan mengerahkan KN SAR Arjuna dan RIB 02 Mataram untuk menyisir wilayah perairan.

Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi, mengatakan penggunaan helikopter menjadi bagian penting dalam memperluas cakupan pencarian.

“Pada hari kedua ini, kami memperkuat operasi pencarian melalui udara dengan menerbangkan dua unit helikopter SGi Air Bali yang didukung oleh Finns Search and Rescue, di mana personel kami turut on board di dalam penerbangan tersebut,” kata Muhamad Hariyadi.

Pengerahan unsur udara tersebut dilakukan karena area pencarian di Selat Lombok cukup luas. Dengan pemantauan dari ketinggian, tim diharapkan dapat menjangkau wilayah yang sulit disisir hanya menggunakan armada laut.

3. Lima Korban Masih Dalam Pencarian

Hingga pukul 18.00 WITA, pencarian yang dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara belum menemukan lima orang yang masih dinyatakan hilang.

Sementara itu, dalam penanganan insiden KMP Putri Yasmin, satu korban telah dinyatakan meninggal dunia. Korban tersebut merupakan salah satu penumpang yang berada dalam peristiwa kebakaran kapal di perairan Selat Lombok.

Dengan demikian, operasi SAR saat ini berfokus pada pencarian lima korban yang belum ditemukan sekaligus memastikan seluruh area yang dianggap berpotensi menjadi lokasi keberadaan korban telah disisir.

Tim SAR Gabungan dijadwalkan kembali melanjutkan operasi pencarian pada Jumat (14/8/2026). Pencarian akan terus dilakukan dengan mengoptimalkan unsur laut dan udara.

KMP Putri Yasmin sebelumnya terbakar pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 04.20 WITA ketika melayani rute Padangbai-Lembar. Sejumlah kapal di sekitar lokasi turut memberikan bantuan dalam proses evakuasi penumpang.

Hingga memasuki hari kedua operasi, satu orang meninggal dunia, lima orang masih dalam pencarian, sementara para korban lainnya telah berhasil dievakuasi dan mendapatkan penanganan dari tim gabungan.