Kembali

News

TNBTS Pastikan Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Erupsi Semeru Tidak Berdampak ke Kawasan Wisata

Balai Besar TNBTS memastikan aktivitas wisata Gunung Bromo tetap berjalan normal meski Gunung Semeru kembali erupsi. Pengelola menegaskan erupsi Semeru tidak berdampak langsung terhadap kawasan wisata Bromo karena keduanya memiliki karakteristik vulkanik dan sistem pemantauan berbeda. Wisatawan tetap dapat berkunjung dengan aman sambil menunggu perkembangan terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

Admin Madura FM 19 Jun 2026 - 3 menit baca
TNBTS Pastikan Wisata Bromo Tetap Beroperasi, Erupsi Semeru Tidak Berdampak ke Kawasan Wisata
Artikel pilihan redaksi On Air
News Madura FM 102.1

Balai Besar TNBTS memastikan aktivitas wisata Gunung Bromo tetap berjalan normal meski Gunung Semeru kembali erupsi. Pengelola menegaskan erupsi Semeru tidak berdampak langsung terhadap kawasan wisata Bromo karena keduanya memiliki karakteristik vulkanik dan sistem pemantauan berbeda. Wisatawan tetap dapat berkunjung dengan aman sambil menunggu perkembangan terbaru dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).

MADURA FM - Aktivitas wisata di kawasan Gunung Bromo tetap berjalan normal meskipun Gunung Semeru kembali mengalami erupsi pada Jumat (19/6/2026) pagi. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) menegaskan tidak ada perubahan status kunjungan wisata karena lokasi kedua gunung berada pada area berbeda dan memiliki sistem pemantauan tersendiri.

Kepastian tersebut disampaikan untuk menjawab kekhawatiran wisatawan setelah Gunung Semeru melontarkan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak dan disertai awan panas guguran yang mengarah ke Besuk Kobokan. Meski berada dalam satu kawasan taman nasional, aktivitas vulkanik Semeru dinilai tidak berdampak langsung terhadap destinasi wisata Bromo.

Pranata Humas Balai Besar TNBTS Endrip Wahyutama menjelaskan bahwa masyarakat tidak perlu mengaitkan setiap aktivitas Gunung Semeru dengan operasional wisata Gunung Bromo.

“Erupsi Gunung Semeru tidak otomatis berdampak pada seluruh kawasan TNBTS. Meski Semeru dan Bromo berada dalam satu kawasan taman nasional, keduanya merupakan gunung api yang berbeda dengan karakteristik aktivitas vulkanik dan sistem pemantauan yang berbeda pula,” kata Endrip.

Ia menerangkan, pemantauan aktivitas Gunung Semeru dilakukan melalui Pos Pengamatan Gunung Semeru di Gunung Sawur, sedangkan aktivitas Gunung Bromo dipantau oleh Pos Pengamatan Gunungapi Bromo yang berada di kawasan Cemoro Lawang. Perbedaan sistem pemantauan tersebut menjadi dasar evaluasi masing-masing gunung secara terpisah.

Menurut Endrip, hingga saat ini kawasan wisata Bromo tidak masuk dalam area bahaya yang direkomendasikan oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait aktivitas Gunung Semeru. Karena itu, pengelola belum melihat alasan untuk menutup akses wisata.

“Karena itu, aktivitas wisata di Bromo tetap dapat berlangsung seperti biasa,” ujarnya.

Meski demikian, TNBTS tetap meningkatkan pengawasan terhadap perkembangan aktivitas vulkanik yang terjadi di dua gunung aktif tersebut. Setiap informasi terbaru dari PVMBG akan menjadi dasar pertimbangan apabila sewaktu-waktu diperlukan langkah mitigasi tambahan.

“Kami tetap memperhatikan perkembangan aktivitas vulkanik yang terus dipantau dan dievaluasi oleh PVMBG melalui masing-masing pos pengamatan gunung api tersebut,” lanjut Endrip.

Sementara itu, berdasarkan laporan Pos Pengamatan Gunung Semeru, erupsi yang terjadi pada Jumat pagi tercatat menghasilkan awan panas guguran dengan jarak luncur sekitar 4,5 kilometer ke arah Besuk Kobokan. Aktivitas tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan berlangsung selama lebih dari lima menit.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Mukdas Sofian, menyebutkan bahwa fenomena awan panas menjadi salah satu aktivitas yang teramati dalam erupsi kali ini.

“Gunung Semeru mengalami erupsi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh 4.500 meter,” ujar Mukdas dalam laporan tertulisnya.

Di tengah meningkatnya aktivitas Semeru, pengelola taman nasional memastikan wisatawan masih dapat menikmati berbagai destinasi unggulan di kawasan Bromo. Kepastian tersebut sekaligus menjadi sinyal bahwa sektor pariwisata di kawasan TNBTS masih berjalan normal dengan tetap mengedepankan pemantauan dan aspek keselamatan pengunjung.